Morowali, 13 Januari 2026 – Penerima Beasiswa Nickel Industries Tahun 2025 yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin berhasil melaksanakan social project bertajuk “Kuliah Itu Asik, Masa Depan Lebih Menarik” di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada 12 Januari 2026 di tiga sekolah menengah yang berada di Kecamatan Bahodopi dan Bungku Pesisir.
Social project perdana yang diikuti oleh 10 penerima Beasiswa Nickel Industries Angkatan Tahun 2025 ini dirancang sebagai media pembelajaran aktual bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi publik, serta kepemimpinan sebagai calon generasi muda Morowali. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pelajar sekolah menengah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Mining Sustainability Lead Hengjaya Mineralindo, Harry Cahyono, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan kapasitas non-akademik mahasiswa.
“Kegiatan sosialisasi ini menjadi upaya nyata perusahaan dalam membekali penerima beasiswa dengan kemampuan public speaking dan storytelling, khususnya dalam menyampaikan pengalaman positif berkuliah di universitas terbaik di Indonesia secara percaya diri dan inspiratif,” ujarnya.

Penguatan keterampilan public speaking dinilai semakin relevan mengingat masih rendahnya kemampuan komunikasi lisan di kalangan mahasiswa. Berbagai survei menunjukkan bahwa sekitar 75% masyarakat Indonesia mengalami kecemasan saat berbicara di depan umum. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain rendahnya kepercayaan diri, kekhawatiran melakukan kesalahan, serta tekanan psikologis dari ekspektasi audiens. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan strategis melalui pembinaan berkelanjutan dan pembiasaan praktik komunikasi publik sejak dini.
Salah satu penerima Beasiswa Nickel Industries dan merupakan Mahasiswa Teknik Pertambangan, Milda J, menyampaikan bahwa social project ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam proses pengembangan dirinya.
“Kegiatan ini merupakan pengalaman yang sangat berarti bagi saya karena dapat berbagi pengalaman dengan adik-adik di SMKS Al Khairaat Bahodopi. Program ini juga membantu saya untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri ke depannya,”
Ia menambahkan bahwa proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan memberikan tantangan tersendiri yang justru menjadi pembelajaran penting.
“Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah bagaimana menyampaikan materi agar tetap menarik, tidak membosankan, dan mudah dipahami oleh siswa SMK. Selain itu, menjaga interaksi agar siswa tetap antusias selama kegiatan berlangsung juga menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” tambahnya.
Selain penguatan kemampuan public speaking, program ini juga membekali mahasiswa dengan keterampilan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Para penerima beasiswa dilatih untuk bekerja secara kolaboratif dalam menyusun konsep acara, melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, menyiapkan materi presentasi, hingga menyusun pelaporan kegiatan dalam bentuk video kreatif.

Harry Cahyono menambahkan bahwa proses pembelajaran dalam program ini dirancang secara komprehensif.
“Mahasiswa diarahkan untuk memahami dinamika komunikasi secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, hingga pelaporan yang terstruktur. Harapannya, mereka tidak hanya menguasai teknik berbicara di depan umum, tetapi juga mampu menangkap nilai pembelajaran yang lebih mendalam dari setiap proses yang dijalani,”
Nickel Industries terus berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan dunia pendidikan melalui berbagai program kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan fokus pada peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan, perusahaan berupaya menciptakan dampak positif jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. (HC)